Rabu, 26 Januari 2022

AKSI NYATA - BUDAYA POSITIF MODUL 1.4

 

Modul 1.4.a.10

AKSI NYATA - BUDAYA POSITIF

 

 


Oleh  : 

Nurul Khofianah Hidayati, S.Pd.

Calon Guru Penggerak Angkatan 4

Kabupaten Tegal



 


Menumbuhkan Budaya Positif untuk Mewujudkan Sekolah yang Disiplin, Berkarakter dan Berakhlakul Karimah

 

A. LATAR BELAKANG

Pendidikan Ki Hajar Dewantara yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Guru perlu membangun komunitas di sekolah untuk menyiapkan murid di masa depan agar menjadi manusia berdaya tidak hanya untuk pribadi tapi berdampak pada masyarakat.

Pendidikan karakter di sekolah bukan hanya mendorong murid untuk sukses secara moral maupun akademik di lingkungan sekolah, tetapi juga untuk menumbuhkan moral yang baik pada diri murid ketika sudah terlibat di dalam masyarakat. Pendidikan karakter yang dapat menyiapkan murid menjadi manusia dan anggota masyarakat untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan seperti tujuan pendidikan sendiri.

Untuk mengembangkan pendidikan karakter salah satunya dikembangkan budaya positif di lingkungan sekolah. Budaya positif yang dikembangkan di sekolah berisi kebiasaan yang disepakati bersama untuk dijalankan dalam waktu yang lama. Jika kebiasaan positif ini sudah membudaya, maka nilai-nilai karakter yang diharapkan akan terbentuk pada diri murid

Budaya positif apabila dapat berkembang dengan baik pada murid dan siswa maka akan dapat membangun hubungan kerjasama yang baik antara murid, guru dan orang tua, menumbuhkan kesadaran dalam melakukan hal- hal yang baik, murid terbiasa dengan pola hidup teratur, mengembangkan kepercayaan diri dan tanggung jawab bersama, membangun karakteristik siswa, mengembangkan kegotongroyongan dan kerjasama antara guru, murid dan orang tua, menumbuh kembangkan motivasi instrinsik anak, membangun hubungan sosial yang bagus antar warga sekolah, menumbuhkan rasa aman dan nyaman, dan menumbuhkan kesadaran dari diri murid terhadap budaya positif.

Salah satu bentuk budaya positif yang dikembangkan di sekolah adalah menerapkan Disiplin Positif. Disiplin positif adalah disiplin tanpa ancaman atau tanpa hukuman, menerapkan displin positif dapat meningkatkan kesadaran siswa dalam membentuk karakter positif. Disiplin positif dapat dibuat melalui kesepakatan antara guru dan siswa, agar siswa merasa terlibat dan bertanggungjawab dalam menjalanankan disiplin tersebut.

Kita seringkali memandang bahwa hukuman adalah bentuk yang sama dengan proses pen-disiplin-an dan memberikan hukuman sebagai salah satu langkah dalam proses disiplin murid. Padahal, disiplin dan hukuman memiliki arti yang berbeda dan memberikan efek yang sangat berbeda dalam pembentukan diri murid. Disiplin merujuk pada praktik mengajar atau melatih seseorang untuk mematuhi peraturan atau perilaku dalam jangka pendek dan jangka panjang. Sementara hukuman dimaksudkan untuk mengendalikan perilaku murid, disiplin dimaksudkan untuk mengembangkan perilaku para murid tersebut serta mengajarkan murid tentang kontrol dan kepercayaan diri dengan berfokus pada apa yang mampu mereka pelajari.

Salah satu langkah dalam menerapkan budaya disiplin positif adalah dengan membentuk lingkungan kelas yang mendukung terciptanya budaya positif, yaitu dengan menyusun kesepakatan kelas. Kesepakatan kelas yang efektif dapat membantu dalam pembentukan budaya disiplin positif di kelas. Hal ini juga dapat membantu proses belajar mengajar yang lebih mudah dan tidak menekan

Kesepakatan kelas berisi beberapa aturan untuk membantu guru dan murid bekerja bersama membentuk kegiatan belajar mengajar yang efektif. Kesepakatan kelas tidak hanya berisi harapan guru terhadap murid, tapi juga harapan murid terhadap pengajar. Kesepakatan disusun dan dikembangkan bersama-sama antara guru dan murid.


B. DESKRIPSI AKSI NYATA

Aksi nyata budaya positif yang saya terapkan di sekolah dimulai dari keteladanan guru sampai penerapan di kelas bersama siswa. Berikut ini deskripsi aksi nyata penerapan budaya positif yang saya lakukan di kelas, diantaranya adalah sebagai berikut :

1.      Keteladanan disiplin waktu oleh para guru.

Penerapan disiplin positif di sekolah akan berjalan dengan lancar apabila seluruh warga sekolah mampu menerapkan budaya disiplin secara konsisten. Bukan hanya siswa yang dituntut untuk berperilaku disiplin, tetapi juga seluruh warga sekolah, termasuk para guru. Dalam hal ini, kami para guru memberikan keteladanan disiplin waktu dengan melaksanakan kegiatan piket guru untuk menyambut kedatangan siswa di sekolah. Setiap hari guru berangkat lebih pagi dari pada siswa agar siswa mampu meneladani sikap disiplin guru.

 2.     Membuat kesepakatan kelas

Kesepakatan kelas dibuat untuk menciptakan kesadaran siswa pentingnya perilaku disiplin dikelas. Kesepakatan kelas ini dibuat atas dasar kesepakatan seluruh anggota kelas. Siswa diminta untuk menuliskan berbagai macam kesepakatan yang perlu dilaksanakan selama proses pembelajaran di kelas maupun diluar jam pelajaran. Siswa menulis sendiri apa yang ingin menjadi kesepakatan di kelasnya dan menempelkan pada papan kesepakatan kelas.

3.     Menerapkan budaya mengantri

Salah satu hal sederhana yang sering diabaikan oleh siswa adalah budaya mengantri. Kesediaan siswa untuk mengantri menunjukkan bahwa dalam diri siswa telah tumbuh sikap disiplin yang baik. Siswa memiliki kesadaran akan pentingnya memenuhi hak diri sendiri maupun orang lain. Dengan demikian, penerapan budaya mengantri penting untuk selalu diterpakan pada siswa-sisiwi kita. Misalnya budaya mengantri saat mencuci tangan.

4.     Penanaman Pendidikan Karakter

Penerapan Pendidikan karakter sangan penting bagi siswa. Guru tidak hanya bertugas mentransfer pengetahuan kepada siswa, tetapi juga perlu menanamkan karakter positif yang kuat terhadap siswa. Salah satu kegiatan penanaman Pendidikan karakter yang saya terapkan di kelas adalah pembiasaan Ngaji Morning dan pembiasaan sholat dhuha

5.     Pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa

Terciptanya suasana kelas yang menyenangkan memerlukan kemampuan guru dalam menciptakan inovasi pembelajaran. Salah satu penerapan pembelajaran yang menyenangkan di kelas saya lakukan dengan menerapkan model pembelajaran berbasis proyek. Siswa menyelesaikan proyek yang telah disepakati Bersama guru dengan jadwal yang telah ditentukan. Siswa secara aktif berkarya, berkolaborasi, dan berinovasi, guru hanya sebagai fasilitator.

6.     Pembiasaan Literasi Sebelum Masuk Kelas

Budaya literasi perlu ditumbuhkan di hati siswa-siswi kita agar kesadaran tentang pentingnya membaca tumbuh dalam diri mereka. Salah sau budaya positif yang diterapkan di kelas adalah budaya membaca sebelum masuk kelas. Dengan membiasakan membaca, diharapkan siswa-siswi memiliki kesadaran akan pentingnya membaca dan dapat meningkatkan pengetahuan mereka.


C. HASIL AKSI NYATA

Kegiatan yang telah diterapkan memberi dampak yang positif, mampu menciptakan budaya disiplin, pembentukkan karakter, dan  dapat membentuk ekosistem belajar yang aman, nyaman, interaktif dan menyenangkan walaupun hasilnya belum 100%, semua kegiatan perlu proses yang penting proses tersebut menunjukan hasil positif yang terus meningkat. Para siswa mulai tumbuh kesadaran untuk berperilaku disiplin dan berperilaku positif. Namun tetap memerlukan kegigihan guru untuk terus menanamkan budaya positif kepada siswa.


D. PEMBELAJARAN YANG DIDAPAT

                Penerapan budaya positif di sekolah yang telah saya lakukan tidak langsung dapat berjalan sepenuhnya, masih ada siswa yang masih belum disiplin melaksanakan kesepakatan yang telah dibuat. Dalam hal ini guru harus terus mensosialisasikan program yang telah dibuatnya, memberikan teladan nasihat positif, serta melakukan pendekatan personal kepada para siswa. Keberhasilan penerapan budaya positif perlu ditularkan epada guru-guru lain baik di sekolah sendiri maupun di sekolah lain agar dapat diikuti dan dijadikan contoh bagi kelas maupun sekolah lain.


E. RENCANA PERBAIKAN

                Penerapan budaya positif di kelas maupun disekolah perlu dilakukan refleksi secara berkala, untuk terus diperbaiki segala kekurangannya. Dalam hal ini saya berharap pelaksanaan aksi nyata ini akan terus berjalan, hal-hal yang sudah berjalan dengan baik dapat disempurnakas, hal-hal yang belum baik dapat diperbaiki, sehingga pada akhirnya tercipta sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan serta terwujud profil pelajar pancasila sesuai yang diharapkan.


E. LAMPIRAN - LAMPIRAN


               

Gambar 1 Kegiatan Piket Guru Menyambut Kedatangan siswa


Gambar 2 Membuat Kesepakatan Kelas




Gambar 3 Budaya Mengantri Saat Mencuci Tangan




Gambar 4 Pembiasaan Sholat Dhuha




Gambar 5 Kegiatan Pembelajaran Berbasis Proyek

 




Gambar 6 Pembiasaan Literasi Sebelum Masuk Kelas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar